Mengenal Shoring System: Fungsi dan Perannya dalam Pekerjaan Bekisting
Dalam pekerjaan konstruksi, khususnya pembangunan struktur beton, shoring system menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pekerjaan bekisting. Sistem ini digunakan sebagai penyangga sementara untuk menopang bekisting, beton segar, serta beban lain selama proses pengecoran dan sampai struktur berada pada kondisi yang memungkinkan untuk menerima beban sesuai tahapan pekerjaan.
Bagi kontraktor, pemilihan sistem shoring tidak hanya berkaitan dengan jumlah material yang tersedia. Konfigurasi, ketinggian, jarak antar-support, kondisi area kerja, serta beban yang harus ditopang juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Lalu, apa sebenarnya shoring system, bagaimana cara kerjanya, dan apa perannya dalam pekerjaan bekisting?
Apa Itu Shoring System?
Shoring system adalah sistem penyangga sementara yang digunakan untuk menopang struktur, bekisting, atau elemen konstruksi selama proses pekerjaan berlangsung.
Dalam pekerjaan struktur beton, shoring umumnya ditempatkan di bawah bekisting horizontal untuk memberikan support terhadap beban yang bekerja selama proses pengecoran.
Secara sederhana, shoring menjadi bagian dari sistem yang meneruskan beban dari bekisting menuju struktur atau lantai pendukung di bawahnya.
Shoring dapat digunakan pada berbagai pekerjaan konstruksi, seperti:
- Bekisting pelat lantai
- Bekisting balok
- Pekerjaan struktur beton bertingkat
- Area yang membutuhkan support sementara
- Pekerjaan konstruksi dengan kebutuhan penyangga pada elevasi tertentu
Karena sifatnya sebagai temporary support, shoring umumnya dapat dibongkar dan digunakan kembali setelah tahapan pekerjaan memungkinkan sistem tersebut dilepas.
Fungsi Shoring System dalam Pekerjaan Bekisting
Dalam pekerjaan bekisting, shoring memiliki beberapa fungsi penting sebagai bagian dari temporary support system.
1. Menopang Beban Bekisting
Bekisting horizontal harus mampu mempertahankan bentuk dan posisinya selama proses pengecoran. Shoring digunakan sebagai support system di bawah bekisting untuk membantu menopang beban yang bekerja.
Beban tersebut dapat berasal dari berat bekisting, beton segar, pekerja, peralatan, serta beban konstruksi lainnya sesuai kondisi pekerjaan.
2. Menopang Beton Segar Selama Pengecoran
Beton segar memberikan beban pada sistem bekisting. Sebelum beton mencapai kondisi yang memungkinkan untuk menerima beban sesuai tahapan konstruksi, beban tersebut perlu ditopang oleh sistem pendukung sementara.
Shoring membantu meneruskan beban dari bekisting menuju struktur pendukung di bawahnya.
3. Membantu Menjaga Posisi dan Elevasi Bekisting
Selain berfungsi sebagai penyangga, konfigurasi shoring juga berperan dalam membantu menjaga posisi dan elevasi bekisting sesuai kebutuhan pekerjaan.
Komponen seperti U Head dan Jack Base memungkinkan penyesuaian posisi support sehingga konfigurasi sistem dapat mengikuti kebutuhan elevasi proyek.
4. Membentuk Support System yang Terstruktur
Shoring bukan hanya satu batang penyangga yang berdiri sendiri. Pada sistem tertentu, beberapa komponen dapat dirangkai menjadi satu kesatuan support system.
Konfigurasi tersebut membantu memberikan support pada area bekisting secara lebih teratur dan meneruskan beban menuju struktur pendukung di bawahnya.
Komponen Shoring System
Sistem shoring dapat memiliki berbagai jenis dan konfigurasi tergantung kebutuhan proyek. Salah satu sistem yang dapat digunakan untuk support pekerjaan bekisting horizontal adalah shoring berbasis Ringlock.
Beberapa komponen yang umum digunakan antara lain:
Standard / vertical
Standard merupakan elemen vertikal yang menjadi bagian utama dari struktur shoring. Standard disusun secara vertikal dan menjadi support utama dalam konfigurasi sistem.
Ledger / Horizontal
Ledger merupakan komponen horizontal yang menghubungkan beberapa standard. Selain membentuk struktur shoring, ledger membantu menjaga konfigurasi sistem tetap terhubung dan stabil.
Jack Base
Jack Base berada pada bagian bawah sistem shoring. Komponen ini berfungsi sebagai dasar support sekaligus memberikan kemampuan penyesuaian elevasi pada bagian bawah sistem.
U Head
U Head berada pada bagian atas standard dan digunakan sebagai support untuk komponen bekisting atau elemen pendukung di atasnya.
Penggunaan Jack Base dan U Head memungkinkan penyesuaian elevasi support sesuai kebutuhan pekerjaan.
Bagaimana Shoring Bekerja pada Bekisting Horizontal?
Pada pekerjaan bekisting horizontal, alur support secara sederhana dapat dipahami sebagai:
Bekisting → Komponen pendukung → U Head → Standard → Jack Base → Struktur/lantai pendukung
Beban yang bekerja pada bekisting diteruskan melalui komponen pendukung menuju sistem shoring. Selanjutnya, beban diteruskan melalui elemen vertikal hingga mencapai bagian bawah sistem dan kemudian diteruskan ke struktur pendukung.
Karena itu, konfigurasi shoring perlu direncanakan sebagai sebuah sistem, bukan hanya berdasarkan jumlah tiang penyangga.
Faktor seperti ketinggian support, jarak antar-shoring, kondisi lantai, beban yang bekerja, konfigurasi bekisting, serta kapasitas masing-masing komponen perlu menjadi pertimbangan dalam perencanaan.
Mengapa Konfigurasi Shoring Penting?
Penggunaan shoring dengan jumlah material yang banyak belum tentu berarti sistem tersebut sudah dikonfigurasi dengan tepat.
Dalam pekerjaan konstruksi, konfigurasi support perlu disesuaikan dengan kondisi aktual proyek. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Ketinggian area yang akan disupport
- Beban bekisting dan beton
- Jarak antar-support
- Kondisi struktur atau lantai tempat shoring berdiri
- Elevasi bekisting
- Kondisi dan kelengkapan komponen
- Stabilitas keseluruhan sistem
- Metode pemasangan dan pembongkaran
Karena setiap proyek memiliki kondisi yang berbeda, kebutuhan shoring sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan perkiraan jumlah material.
Shoring Ringlock untuk Pekerjaan Bekisting
Salah satu sistem yang dapat digunakan sebagai support system untuk pekerjaan bekisting horizontal adalah Shoring Ringlock.
Sistem Ringlock menggunakan konfigurasi standard dan ledger yang dirangkai menjadi struktur support. Pada bagian bawah dan atas dapat menggunakan Jack Base dan U Head untuk membantu pengaturan elevasi serta memberikan support terhadap sistem bekisting.
Sistem seperti ini dapat dikonfigurasi mengikuti kebutuhan pekerjaan. Namun, seperti sistem temporary support lainnya, penggunaan Ringlock tetap perlu memperhatikan kapasitas komponen, konfigurasi, kondisi proyek, dan kebutuhan teknis pekerjaan.
Bagi kontraktor, hal tersebut penting karena kebutuhan support system pada setiap proyek tidak selalu sama. Ketinggian lantai, beban pengecoran, layout area kerja, hingga tahapan pekerjaan dapat memengaruhi konfigurasi shoring yang dibutuhkan.
Shoring System Bukan Sekadar Penyangga
Dalam pekerjaan bekisting, shoring sering kali dianggap hanya sebagai “tiang penyangga”. Padahal, shoring system merupakan bagian dari keseluruhan temporary support system yang bekerja bersama bekisting dan komponen pendukung lainnya.
Perencanaan yang baik perlu mempertimbangkan bagaimana beban diterima, diteruskan, dan disalurkan melalui sistem hingga ke struktur pendukung di bawahnya.
Karena itu, pemilihan sistem, konfigurasi, pemasangan, serta pemeriksaan kondisi komponen menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan shoring.
Untuk kontraktor, memahami fungsi setiap komponen juga dapat membantu proses komunikasi antara tim engineering, site, procurement, dan supplier ketika menentukan kebutuhan support system untuk suatu pekerjaan.
Kesimpulan
Shoring system merupakan sistem penyangga sementara yang memiliki peran penting dalam pekerjaan bekisting, khususnya untuk menopang bekisting horizontal selama proses konstruksi dan pengecoran beton.
Selain menopang beban, shoring juga membantu menjaga posisi dan elevasi bekisting serta membentuk support system yang terstruktur.
Untuk mendapatkan sistem yang sesuai, kontraktor perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti ketinggian, beban, jarak support, kondisi lantai, konfigurasi bekisting, dan kapasitas komponen.
Salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk pekerjaan support system adalah Shoring Ringlock, yang terdiri dari beberapa komponen yang dirangkai menjadi satu sistem penyangga dan dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan pekerjaan.
Untuk kebutuhan shoring system dan support system pekerjaan bekisting, PT Dwitama Prima Sakti menyediakan solusi peralatan konstruksi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek.
Hubungi PT Dwitama Prima Sakti untuk mendiskusikan kebutuhan support system sesuai kondisi proyek Anda.


